Showing posts with label Phobia. Show all posts
Showing posts with label Phobia. Show all posts

Thursday, September 19, 2019

Mungkin Menurut Anda Aneh, Ternyata Pengidap Pogonophobia Takut Kepada Jenggot

No comments:
Fobia adalah rasa takut yang berlebihan pada satu fenomena atau hal tertentu. Biasanya, phobia terjadi karena satu hal yang pernah terjadi di masa lalu dan meninggalkan trauma. Secara ilmiah, fobia dikenal sebagai gangguan kecemasan.



Pada dasarnya, memiliki rasa takut adalah hal yang wajar. Namun jika sampai berlebihan, tentu hal tersebut dapat mendatangkan hal yang kurang baik bagi kehidupan sosial. Pasalnya, fobia yang tidak ditangani dengan baik bisa saja menghambat aktivitas yang dilakukan.

Ada beberapa jenis fobia yang cukup sering terjadi. Seperti fobia ketinggian, fobia pada gelap, hingga fobia terhadap hewan tertentu. namun ternyata, masih ada sejumlah fobia lain yang ada. Hal itu seringnya tidak disadari karena dianggap sebagai hal yang “konyol” bahkan berlebihan. Tak dapat dimungkiri, masih banyak jenis fobia lain yang dialami oleh banyak orang di seluruh dunia. Meski aneh dan dapat membuat dahi mengerut karena heran, nyatanya hal itu ada.

Salah satu jenis fobia yang “aneh” adalah pogonophobia. Yaitu jenis rasa takut yang berlebihan terhadap lelaki berjenggot, atau rasa takut terhadap jenggot pada laki-laki. Fobia pada jenggot ini sudah mulai dikenal secara luas sejak tahun 1850-an.

Fobia pada janggut bisa menimbulkan perasaan takut yang berlebihan karena ada sebagian janggut yang terlihat lebih mengerikan daripada yang lain. Gejala yang sering muncul sebagai tanda pogonophobia adalah mual, berkeringat, dan napas yang memburu.

Fakta Jenggot Laki-Laki

Bagi sebagian besar laki-laki, memelihara jenggot dan kumis bisa jadi adalah hal yang menyenangkan. Namun ternyata, ada fakta yang cukup mengejutkan di balik bulu halus yang tumbuh pada area wajah tersebut. Jenggot pada wajah laki-laki disebut lebih kotor daripada toilet. Kok bisa?

Hal itu diungkapkan oleh pakar mikrobiologi. Jenggot disebut lebih kotor daripada toilet karena bakteri yang hidup di antara bulu-bulu tersebut. Apalagi jika seorang pria tidak bisa menjaga kebersihan. Bakteri yang menumpuk di antara jenggot tersebut bisa memicu hal-hal yang mungkin bisa memicu masalah bagi kesehatan secara keseluruhan.

Selain tidak menjaga kebersihan, salah satu kebiasaan yang bisa membuat jenggot “berbahaya” adalah kebiasaan memelintirnya seperti pria jaman dulu. Apalagi jika setelah itu kamu menyeka dan memegangi bagian wajah dan jarang mencuci tangan.

Tips Merawat dan Menjaga Kebersihan Jenggot

Sebenarnya sah-sah saja bagi pria untuk menumbuhkan bulu jenggot. Namun sangat penting untuk menjaga kebersihannya. Nah agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan, intip tips untuk merawat dan menjaga kebersihan jenggot berikut, yuk!
  • Rutin Bercukur
Selain agar lebih terlihat rapi, mencukur janggut juga bisa mencegah terjadinya penumpukan bakteri di bagian wajah. Buatlah jadwal untuk mencukur dan pastikan untuk selalu menggunakan alat yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan.
  • Bersihkan Jenggot
Rutin membersihkan jenggot adalah salah satu cara untuk menjaga dan merawatnya. Hal ini juga dapat membantu mengurangi rasa kasar pada bagian wajah yang baru saja dicukur. Cucilah wajah dengan produk pembersih untuk menyingkirkan sel kulit lama dan membuat rambut di bagian wajah kembali membaik.
  • Jangan Lupa Disisir
Agar jenggot tidak terlihat mengganggu, rapikanlah dengan cara disisir. Selain itu, bagian brewok juga akan terlihat lebih halus sehingga baik untuk menunjang penampilan.
Read More

Sunday, August 18, 2019

Jangan Ajak Pengidap Acrophobia Ketempat Yang Tinggi!!! Ini Alasannya

No comments:

Acrophobia adalah ketakutan berlebihan atau ketakutan yang ekstrem terhadap ketinggian. Fobia merupakan bagian dari gangguan kecemasan, di mana seseorang memiliki ketakutan yang intens atau tidak rasional terhadap objek ataupun situasi tertentu.


Gejala umum Acrophobia:


  • Vertigo
  • Ketakutan intens saat menaiki atau menuruni tempat yang tinggi
  • Reaksi langsung pada ketinggian, seperti berlutut atau mencari sesuatu untuk berpegangan
  • Kecemasan yang besar saat mengantisipasi ketinggian
  • Menghindari tempat-tempat tinggi
  • Serangan panik, berupa gemetar, berkeringat, pingsan, mual, muntah, pusing, kesulitan bernapas, jantung berdetak cepat, nyeri dada, mati rasa pada tungkai, tubuh menjadi kaku, dan timbulnya kemarahan

1. Bantuan mandiri
Bantuan mandiri benar-benar memiliki arti melakukannya sendiri dan hal ini dapat dilakukan dengan memilih berbagai program belajar di rumah untuk terapi sendiri. Meskipun cara ini jarang berhasil, namun setidaknya Anda memiliki rasa tanggungjawab untuk pemulihan Anda sendiri.

2. Terapi konseling

Jika teknik bantuan mandiri tidak bekerja, bicaralah dengan dokter Anda. Anda mungkin memerlukan bantuan profesional dari seorang psikiater atau terapis. Ada beberapa jenis terapi konseling dan tentu saja efektivitas terapi sangat bergantung pada terapis. Namun, umumnya proses terapi ini lambat dan kurang berhasil, karena pelatihan ini tidak memiliki metode untuk menangani kekhawatiran yang serius.

3. Terapi pemaparan

Jika Anda menduga bahwa Anda memiliki phobia, mulailah berbicara dengan dokter yang dapat merekomendasikan terapis yang tepat untuk Anda. Anda mungkin akan disarankan untuk melakukan terapi pemaparan, meskipun terapis mungkin juga merekomendasikan perawatan tambahan.

Terapi pemaparan adalah bentuk terapi perilaku kognitif yang melibatkan diri Anda ke dalam skenario yang melibatkan phobia Anda, dan membuat Anda mempelajari hal baru untuk mengatasi phobia Anda. Proses ini biasanya memiliki 5 langkah, yaitu:


  • Evaluasi. Anda mendeskripsikan ketakutan Anda kepada terapis dan mengingat kembali kejadian di masa lalu yang diperkirakan berhubungan dengan phobia Anda.
  • Tanggapan. Terapis akan menawarkan evaluasi phobia Anda dan mengusulkan rencana pengobatan.
  • Mengembangkan hierarki ketakutan. Anda dan terapis membuat daftar skenario yang melibatkan rasa takut Anda, masing-masing lebih intens dari yang terakhir.
  • Eksposure. Anda mulai membuka diri untuk masing-masing skenario pada daftar, dimulai dari situasi yang paling tidak menakutkan. Anda mulai menyadari bahwa kepanikan berkurang dalam beberapa menit saat menghadapi rasa takut Anda.
  • Tahap lanjutan. Ketika Anda menjadi nyaman pada setiap tahapan, maka Anda akan berpindah pada situasi yang lebih sulit.

4. Terapi perilaku kognitif
Terapi perilaku kognitif merupakan pendekatan yang mendorong orang untuk menghadapi dan mengubah pikiran serta sikap yang mengarah pada rasa takut. Desensitisasi sistematis, yang merupakan terapi perilaku kognitif (CBT), adalah teknik terapi perilaku yang lebih sering digunakan untuk mengobati phobia ketinggian atau phobia lainnya. Hal ini didasarkan untuk membuat pasien rileks, kemudian membayangkan hal yang memicu phobia (dari yang kurang mengerikan hingga yang paling mengerikan). Menurut National Institute of Mental Health, sekitar 75% dari orang-orang yang memiliki phobia tertentu biasanya berhasil mengatasi ketakutan mereka melalui terapi perilaku kognitif.
Read More

Monday, August 12, 2019

Inilah Reaksi Yang Timbul Jika Penderita Trypophobia Melihatnya!

No comments:

Trypophobia adalah salah satu fobia unik yang ada di dunia. Penyakit Trypophobia merupakan kondisi di mana seseorang mengalami ketakutan luar biasa akan sekumpulan lubang-lubang kecil.

Penderita penyakit Trypophobia akan merasa jijik dan timbul rasa takut saat melihat lubang-lubang kecil yang kemudian menimbulkan perasaan ilusi seolah memiliki lubang-lubang kecil pada tubuhnya. Biasanya benda yang dapat memicu penderita penyakit Trypophobia saat melihat benda seperti spons, sarang lebah, gelembung dan lubang-lubang lainnya.

Seorang psikolog dari Universitas Kent di Inggris menjelaskan bahwa penyebab dari kondisi penyakit Trypophobia dapat timbul karena perasaan akan sebuah parasit dan penyakit. Mereka menjelaskan bahwa penderita penyakit Trypophobia memiliki kondisi di mana mereka takut akan tertular infeksi penyakit.

Penyakit yang dimaksud seperti botflies, cacar, campak, rubela, tifus, demam scarlet dan lain-lain yang memiliki bentuk pola melingkar dan lubang. Hal ini yang membuat penderita penyakit Trypophobia menjadi takut akan lubang-lubang.

Saat melihat banyak lubang, penderita penyakit Trypophobia akan merasa gatal sekujur tubuhnya. Tak hanya gatal, penderita akan merasa gelisah saat melihat objek yang memiliki banyak lubang.

beberapa reaksi yang akan timbul jika penderita penyakit Trypophobia melihat hal-hal yang dapat memicu perasaan fobianya, dapat dilihat sebagai berikut.

1.Panik dan kemudian timbul rasa takut yang tak terkendali saat melihat objek lubang-lubang kecil.

2.Orang tubuhnya tak bisa berfungsi secara normal dan optimal akibat rasa takut dan cemas yang berlebihan.

3.Penderita penyakit Trypophobia akan mengeluarkan keringat, denyut jantungnya yang berdegup kencang, sesak napas, panik dan cemas.

4.Kehilangan kekuatan untuk menghindarinya.

5.Tak jarang penderita fobia ini akan menangis, terutama pada anak-anak.
Read More

Sunday, August 11, 2019

Ini Dia Yang Akan Dirasakan Orang Pengidap Haphephobia

No comments:


Berbagai macam rasa ketakutan yang aneh dan tidak masuk akal ada di dunia ini, salah satunya adalah hapephobia. Fobia aneh ini jenisnya langka karena membuat seseorang takut disentuh oleh orang lain. Orang yang menderita hapephobia akan merasa takut terus-menerus pada sentuhan seseorang. Mari simak penjelasan mengenai haphephobia.

Apa sih haphephobia?

Haphephobia adalah rasa takut dan kecemasan yang dapat sangat mengganggu kehidupan seseorang yang memilikinya, yang dipicu oleh sentuhan.  Penderita biasanya akan terlihat cemas, tidak nyaman, berkeringat, bahkan panik hebat jika ia disentuh oleh orang lain. Tidak bisa sembarang orang bisa menyentuhnya. Hal ini terjadi karena sentuhan dianggap memasuki atau melanggar ruang privasi miliknya.

Penderita phobia ini kemungkinan mengalami kejadian yang membuatnya trauma, biasa terjadi pada korban pelecehan atau kekerasan fisik di masa lalu sehingga dirinya menimbulkan respon negatif ketika mengalami sentuhan, meski hanya sebuah tepukan biasa saja.


Apa yang menyebabkan seseorang takut disentuh?

Seperti kebanyakan phobia, trauma kehidupan nyata berlangsung pada suatu waktu di kehidupan seseorang (mungkin di masa lalu mereka) dan memicu respon takut yang berlebihan. Karena otak manusia sebagian besar sibuk membuat asosiasi selama hidupnya, menyentuh atau disentuh dikaitkan dengan sesuatu yang sangat tidak menyenangkan dalam pikiran haphephobic tersebut. Ini bisa disebabkan karena mereka pernah menjadi korban perkosaan mengerikan, penyerangan, atau penganiayaan yang menyebabkan takut disentuh.

Dalam beberapa kasus, mungkin respon yang terjadi adalah reaksi jijik ketika disentuh. Ini bisa menjadi masalah dari orang yang ingin memiliki ruang personal yang ketat dan perasaan takut jika sesorang melanggar batasan privasinya. Anda bisa menemukannya dalam beberapa kasus pada penderita autisme.


Gejalanya phobia sentuhan
 

-Ketakutan dan cemas jika ada gerakan ingin menyentuh dari orang lain
-Takut bersentuhan dengan lawan jenis
-Menghindari keramaian dan sekumpulan orang atau kelompok
-Adanya serangan panik dengan beberapa tanda fisik seperti peningkatan detak jantung, menggigil, berkeringat, pingsan, muntah.

Yang bisa dilakukan untuk mengatasi fobia

Seperti yang kita tahu ada banyak jenis fobia. Pengobatan yang paling populer untuk fobia adalah untuk menemui seorang psikolog, psikiater, hipnoterapis. Ahli hipnotis juga dapat mencoba membantu orang mengatasi fobia atau memahami apa yang menyebabkan masalah sehingga dapat diselesaikan.

Dengan bantuan seorang spesialis terlatih, penderita akan diubah alam bawah sadarnya. Ketika alam bawah sadar dibuka, ini berpotensi untuk menemukan masalah yang memicu fobia mereka, dan memperkenalkan ide-ide baru dan saran positif. Saran positif tersebut kemudian dapat digunakan untuk membantu membuat perubahan yang diinginkan, salah satunya mengatasi ketakutan sentuhan.
Read More

Jika Hujan Datang Pengidap Ombrophobia Akan Menderita!

No comments:

Ombrophobia adalah sebuah ketakutan yang berlebihan atau irasional pada hujan, petir, atau karena kehujanan. Orang yang mengalami phobia ini menganggap hujan atau mendung gelap sebagai sesuatu yang akan mendatangkan bencana bagi dirinya. Jika mendengar bunyi petir, penderita akan mencari perlindungan dan tampak begitu cemas.


Gejala
- Ketakutan yang irasional pada hujan
- Merasa panik saat mendung datang dengan sambaran kilat
- Denyut jantung cepat

Perawatan
Orang yang mengalami phobia ini dapat disembuhkan dengan terapi dan bantuan obat anti cemas.
Read More